Kamis, 24 September 2026
• Ensiklopedia Wawasan & Edukasi Cerdas Keluarga
Budepedia
Ensiklopedia Wawasan & Gaya Hidup
Gaya Hidup

Kenapa jerawat tidak boleh dipencet? Ini 5 risikonya

Oleh: Tim Redaksi 24 September 2026 4 menit baca 0 Tanggapan

REDAKSI — Laporan mendalam mengenai perkembangan jerawat tidak mengacu pada konfirmasi data resmi redaksi terkait.

Selain itu, jakarta (ANTARA) – Jerawat yang muncul di wajah memang sering bikin gemas. Sementara itu, apalagi ketika sudah terlihat matang dan rasanya ingin sekali segera dipencet agar cepat hilang.

Namun, kebiasaan tersebut justru bisa membuat kondisi kulit semakin buruk. Namun demikian, memencet atau mengorek jerawat sendiri dapat meningkatkan peradangan, memperbesar risiko infeksi, hingga meninggalkan bekas yang sulit hilang.

Oleh karena itu, american Academy of Dermatology (AAD) menyebut memencet jerawat dapat membuat jerawat menjadi lebih terlihat, terasa lebih sakit. Selain itu, meningkatkan risiko infeksi dan munculnya bekas luka permanen.

1. Memperparah peradangan

Di sisi lain, ketika jerawat dipencet, isi jerawat tidak selalu keluar ke permukaan kulit. Dengan demikian, tekanan dari jari justru dapat mendorong sebagian isinya lebih dalam ke kulit.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan peradangan sehingga jerawat menjadi lebih merah, bengkak dan terasa sakit. Terlebih lagi, Alih-alih cepat hilang, jerawat justru bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Pada saat yang sama, risiko ini terutama perlu diperhatikan pada jerawat yang berada cukup dalam, seperti nodul dan kista. Kendati demikian, jenis jerawat tersebut memang dapat terasa nyeri dan memiliki risiko lebih besar meninggalkan bekas.

Kronologi Terkait: jerawat tidak

2. Meningkatkan risiko infeksi

Selanjutnya, tangan yang berfungsi untuk memencet jerawat tidak selalu dalam kondisi bersih. Di samping itu, bakteri dari tangan atau lingkungan dapat masuk ke kulit yang mengalami luka akibat tekanan atau kuku.

Terkait hal tersebut, AAD menjelaskan bahwa memencet jerawat sendiri dapat meningkatkan risiko infeksi karena bakteri yang terdapat pada tangan bisa masuk ke area tersebut.

Karena itu, memegang wajah terlalu sering, termasuk sekadar menyentuh atau mengorek jerawat, sebaiknya dihindari.

3. Bisa meninggalkan bekas jerawat

Selain itu, salah satu alasan utama untuk tidak memencet jerawat adalah risiko munculnya bekas. Sementara itu, peradangan dan kerusakan kulit akibat kebiasaan mengorek atau memencet dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya jaringan parut.

Namun demikian, NHS menyebut kebiasaan memencet atau mengorek jerawat dapat menyebabkan bekas luka permanen. Oleh karena itu, bekas tersebut dapat berupa cekungan pada kulit atau bentuk jaringan parut lainnya.

Kronologi & Informasi Terkait: jerawat tidak

AAD juga menjelaskan bahwa memencet, mengorek atau memecahkan jerawat dapat meningkatkan peradangan yang kemudian meningkatkan risiko terbentuknya bekas jerawat.

4. Di sisi lain, bisa membuat noda gelap lebih lama

Dengan demikian, selain bekas luka, jerawat yang mengalami peradangan dapat meninggalkan perubahan warna pada kulit setelah jerawat mereda. Kondisi ini terkenal sebagai post-inflammatory hyperpigmentation atau hiperpigmentasi pascaperadangan.

Menurut AAD, kebiasaan menyentuh. Mengorek atau memencet jerawat dapat membuat jerawat membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dan meningkatkan risiko munculnya noda gelap.

Noda tersebut berbeda dengan jaringan parut karena biasanya berupa perubahan warna yang rata dengan permukaan kulit. Meski dapat memudar, prosesnya bisa membutuhkan waktu.

5. Jerawat bisa semakin terlihat

Memencet jerawat bukan berarti membuatnya langsung menghilang. Tekanan yang tersedia justru dapat membuat area di sekitarnya semakin meradang.

Akibatnya, jerawat dapat terlihat lebih merah dan menonjol. Pada beberapa kasus, muncul pula jerawat lain di sekitar area yang mengalami peradangan. AAD menyebut kebiasaan memencet dapat memperburuk kondisi jerawat.

Lalu, apa yang sebaiknya berjalan?

Daripada memencet jerawat, biarkan kulit menjalani proses penyembuhan dan gunakan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit. AAD menyarankan untuk tidak menyentuh, mengorek atau memencet jerawat serta menggunakan produk perawatan jerawat yang sesuai.

Fakta Lapangan & Penyelidikan Kasus: jerawat tidak

Untuk jerawat yang terasa dalam dan sakit, jangan mencoba memecahkannya sendiri. AAD menyarankan agar jerawat jenis tersebut tidak dipencet karena dapat meningkatkan risiko infeksi, perubahan warna kulit dan jaringan parut.

Jika jerawat tergolong berat, sering muncul, berupa benjolan dalam yang nyeri. Atau mulai meninggalkan banyak bekas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit. Penanganan yang tepat dapat membantu mengendalikan jerawat sekaligus mengurangi risiko terbentuknya jaringan parut.

Jadi, meski memencet jerawat terasa seperti cara tercepat untuk menghilangkannya, kebiasaan tersebut justru bisa membuat masalah kulit menjadi lebih panjang. Daripada sibuk memencet, lebih baik beri waktu kulit untuk pulih dan gunakan perawatan yang tepat.

tidak boleh keras mengambil konten. Melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Konteks & Implikasi Bagi Publik: jerawat tidak

Perkembangan ini mencerminkan dinamika tata kelola dan keberlanjutan institusional, serta memberikan dampak signifikan bagi arah kebijakan strategis ke depan.


Sumber Referensi Primer: Antara News – Gaya Hidup

Avatar
Penulis & Redaksi

Tim Redaksi

Kontributor edukasi dan wawasan keluarga Budepedia. Berbagi pengetahuan bermanfaat seputar gaya hidup, dapur, dan finansial praktis.

Bacaan Wawasan Terkait

Tinggalkan Tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *